Selasa, 06 Agustus 2013

Bubur Sunan Bonang untuk Takjil



TUBAN - Sebagai alternatif menu takjil atau berbuka puasa, ada bubur sunan bonang yang sangat digemari masyarakat Tuban, Jawa Timur. Tradisinya sudah dimulai sejak zaman Sunan Bonang.

Bubur yang dikenal dengan sebutan bubur mbah bonang ini memiliki citarasa Timur Tengah yang sangat nikmat. Tradisi bagi-bagi bubur bonang sendiri hingga saat ini masih lestari. Ini tepatnya telah dilakukan sejak ratusan tahun silam atau masa Sunan Bonang masih hidup dan menetap di daerah Kutorejo, sebelah barat Alun-Alun Tuban.

Beginilah pemandangan setiap sore hari menjelang datangnya buka puasa di Kompleks Makam Sunan Bonang, Kelurahan Kutorejo, Tuban, Jawa Timur. Puluhan bahkan ratusan warga berjejal, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, turut berebut bubur bonang.

Bubur bonang dikenal dengan citarasa gulai khas Timur Bengah. Bubur bonang, yang dimasak di area Kompleks Makam Sunan Bonang tepat di belakang Masjid Agung Tuban, dibuat dengan tambahan kaldu yang berasal dari tulang sapi. Bubur bonang dibuat oleh para pengurus Makam Sunan Bonang sebagai warisan turun-temurun.

Bahkan, usia warisan bubur bonang ini telah berabad-abad, yang merupakan tradisi peninggalan Sunan Bonang, salah satu Wali Songo. Namun, resep atau bahan yang digunakan untuk bubur bonang tak pernah berubah.

Tujuan tradisi bagi-bagi bubur bonang adalah memberi takjil buka puasa kepada para santri yang ada di pondok pesantren peninggalan Sunan Bonang. Pasalnya saat itu, kondisi ekonomi masyarakat juga serba kekurangan, apalagi penjajah Belanda mulai masuk ke wilayah Indonesia dan memperdaya warga. Untuk itu, Sunan Bonang membuat bubur suru, yang saat ini dikenal dengan nama bubur bonang, dengan harapan bubur tersebut dapat dibagi secara merata kepada para santrinya.

"Dahulu, bubur ini lebih dikenal dengan sebutan bubur mbah bonang, dimasak sendiri oleh Sunan Bonang sebagai menu takjil bagi para santrinya. Bubur bonang juga diantar ke sejumlah warga miskin dan para janda tua di lingkungan sekitar Padepokan Sunan Bonang pada saat itu," jelas Ikhwan, pengurus Makam Sunan Bonang.

Namun, tambahnya, seiring kemajuan zaman, bubur bonang justru diminati masyarakat umum. Karena citarasanya yang nikmat dikenal dari mulut ke mulut, bubur bonang pun menjadi ikon Ramadan warga masyarakat Kabupaten Tuban.

Bubur yang dibuat setahun sekali saat bulan Ramadaan saja ini menjadi kudapan nikmat buka puasa bagi jamaah Masjid Astana, yang berada di Kompleks Makam Sunan Bonang dan masyarakat sekitar. Setiap pukul 17.00 WIB atau menjelang maghrib, bubur bonang sudah ditunggu oleh puluhan bahkan ratusan warga yang dengan setia menunggu dibagikannya bubur khas Timur Tengah ini.

Bubur bonang mulai dimasak sejak pukul 14.00 WIB hingga siap saji sekira pukul 16.00 WIB. Ratusan warga harus antre untuk mendapatkannya, bahkan sejumlah anak terpaksa ikut berdesakan dengan orang dewasa karena khawatir tidak kebagian bubur. Bubur ini juga diberikan ke sejumlah langgar atau mushola di sekitar makam untuk sajian buka puasa para jamaah.

"Saya antre supaya dapat bubur bonang," kata Adri, penikmat bubur bonang.

Jika penasaran ingin menikmati sajian khas bubur bonang, Anda bisa mendapatkannya setiap saat. Pasalnya, bubur bonang dibuat setiap hari sepanjang bulan Ramadan. Bubur bonang juga menjadi lengkap nikmatnya jika disajikan dengan tambahan buah kurma. Sudah pasti, nikmatnya makin menggugah selera. Mulai anak-anak hingga orang dewasa tak melewatkan momen berebut bubur sunan bonang hingga suasana pun menjadi gaduh. (Pipiet Wibawanto/Sindo TV/ftr)

SUMBER : http://ramadan.okezone.com/read/2013/07/30/488/844603/antre-berebut-bubur-sunan-bonang-untuk-takjil

Sabtu, 03 Agustus 2013

Sajian Kuliner Lebaran Dari Berbagai Negara Asia

DREAMERSRADIO.COM - Setelah sebulan penuh menjalani ramadhan akhirnya Idul Fitripun sebentar lagi tiba. Setiap lebaran selalu tersaji banyak makanan enak dan menggoda selera sebagai tanda hari kemenangan tiba. Selain itu selalu tersedia makanan yang khas di hari tersebut. Tidak hanya di Indonesia, di berbagai negara Asia yang merayakan hari lebaran juga mempunyai sajian khas dari negaranya masing-masing. Seperti apa sajian lebaran di berbagai negara Asia?

Dilansir dari berbagai sumber inilah kuliner khas lebaran negara-negara Asia :

Makanan khas lebaran Indonesia selalu lekat dengan makanan pedas dan bersantan. Saat lebaran ketupat adalah sajian yang wajib disantap bersama dengan sayur pedas yang terbuat dari labu atau nangka. Tak ketinggalan opor ayam, rendang dan sajian daging lainnya. Selain itu saat lebaran berbagai daerah di Indonesia juga mempunyai makanan khas masing-masing seperti lemang, tapai ketan, dodol dan masih banyak lagi.


Ternyata tidak hanya di Indonesia, negara singa ini pun menyantap sajian lebaran khas melayu seperti ketupat dan dodol. Karena sebagian besar warga muslim disana merupakan pendatang dari melayu. Dan juga ada tradisi untuk menyediakan kue-kue kering.

Negara tetangga mempunyai tradisi yang sama saat lebaran seperti di Indonesia. Menyantap ketupat menjadi hal yang wajib, namun ketupat di Malaysia tidak terbuat dari beras melainkan beras ketan. Selain itu makanan khas lebaran di Malaysia ialah lemang. Lemang menjadi sajian khas orang melayu saat lebaran tidak hanya di Malaysia. Namun, lemang menjadi makanan tradisi yang hanya ada ketika Hari Raya


Di negara ini sajian lebaran cenderung adalah makanan yang pedas-pedas. Kari Chotpoti adalah makanan wajib saat hari raya Idul Fitri di Bangladesh. Sajian kari yang memiliki rasa pedas ini terbuat dari kacang polong, kentang dan telur. Kari Chotpoti tidak menggunakan daging sama sekali.
Bubur Hyderabad Haleem menjadi makanan khas lebaran di India. Unik dan berbeda dari kebanyakan sajian lebaran yang ada. Bubur ini memiliki cita rasa pedas dan gurih, umumnya hidangan ini tersaji dengan suwiran daging domba. Bubur ini terbuat dari bahan kacang kantil dan gandum.Selain bubur hyderabad, ada juga sajian khas bernama samia hidangan berupa mi gandum tipis yang dimasak denga susu,gula dan kismis.
Makanan khas lebaran negara ini adalah Sa Nwin Ma Kin, sebuah kue yang bentuknya mirip dengan pudding yang terbuat dari tepung semolina. Rasanya juga gurih karena diatasnya diberi taburan kelapa sangrai dan kacang almond.



Masyarakat muslim di China memang tergolong minoritas. Sehingga saat lebaran tiba di negara ini tidak terlalu meriah dan megah. Karena di China, mie adalah sajian yang populer saat suatu perayaan, warga muslim di China menyajikan sup mie la mian.





Jumat, 02 Agustus 2013

di Malaysia Ada Bubur Lambuk


SETIAP negara punya kuliner khas saat Ramadan. Indonesia identik dengan kolak, Malaysia punya yang namanya bubur lambuk.

Ketika bulan suci Ramadan tiba, tepatnya di Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, sekumpulan orang berbaris di samping Masjid Jamek, lebih dikenal sebagai Masjid Kampung Baru. Mereka berkumpul demi mendapatkan bubur lambuk.

Sekira seratus orang memasak bubur lambuk yang memiliki aroma harum dan bertekstur sangat kental. Proses memasaknya lambat, dengan bahan tambahannya berupa daging.

Bubur lambuk juga biasa disajikan di beberapa hotel selama bulan Ramadan. Namun di masjid ini, buburnya dibuat dari resep yang terkenal dan sudah digunakan lebih dari setengah abad.

Suguhan bubur lambuk di masjid ini ternyata berkat seorang Muslim Pakistan yang menikah dengan perempuan Melayu setempat. Dia yang membuat resepnya hingga kini disajikan secara turun temurun. Karena terkenal enak, kini banyak umat Muslim di sini yang menyuguhkannya saat Ramadan kemudian dibawa ke masjid, seperti dilansir blogs.wsj.

Bubur ini juga memiliki penggemar dari kalangan non-Muslim. Variasi bubur ini sendiri telah dijadikan ikon pariwisata oleh Kementrian Pariwisata Malaysia. Ramadan diperkirakan akan berakhir pada 8 Agustus. Jika Anda berada di Kuala Lumpur selama Ramadan, mampirlah ke daerah Kampung Baru.

Sebelum menyantap bubur ini, maka dilakukan ritual bubur tahun yang dimulai dengan malam pembersihan, menebang serta memotong tumbuh-tumbuhan, rempah-rempah, bawang merah, bawang putih, jahe, udang kering, dan 500 kilogram daging sapi. Keesokan paginya, disiapkan 10 tenda putih serta terdapat kompor besar untuk memasak bubur.

Proses pemasakannya dilakukan di dalam pot panas, ditambahkan mentega dan minyak goreng dari kelapa sawit. Diberi juga segenggam daun pandan.

Cincang bawang merah dan bawang putih kemudian dimasukkan, beri cengkeh, kayu manis, jintan, adas bintang, dan kapulaga lalu aduk perlahan. Tak lama, aroma rempah-rempah akan tercium. 

Jika sudah mengeluarkan aroma, tambahkan daging sapi, aduk secara perlahan. Sekira 20 menit kemudian masukkan udang kering. Aduk kembali dengan sendok panjang, lalu berikan air seember yang dituang ke dalamnya.

Aduk secara terus-menerus, dan setelah 30 menit, aroma sup daging sapi akan muncul. Tambahkan merica hitam bubuk yang dicampur dengan air untuk memberikan tekstur lebih kental. Tambahkan ke dalamnya lalu tutup dan biarkan mendidih. Sepuluh menit kemudian, sup akan berubah jadi cokelat gelap.

Aromanya akan menyerupai sop buntut sapi. Lalu tiba waktunya untuk menambahkan beras. Aduk terus, agar beras tidak menempel ke bagian bawah panci. Satu jam kemudian tambahkan santan, aduk terus.

Teksturnya telah halus dan lembut, sajikan bersama irisan daun bawang, daun ketumbar, dan bawang goreng. Beri di atasnya sebagai taburan.

Bubur ini tidak diperjualbelikan, tapi diberi secara gratis untuk kaum Muslim dan non Muslim. Sekarang, kebanyakan chef memberikan inovasi dalam membuat bubur lambuk. 

"Pengalaman memasak bubur ini merupakan budaya yang tak boleh menghilang," kata Manaf Ihsaf Fraih, relawan dari Syriah yang biasa memasak bubur lambuk.

Bubur terus dimasak setiap puasa tiba, tapi untuk porsinya jauh lebih kecil. Sebanyak 15 pot bubur sudah disiapkan di kompleks Masjid Kampung Baru. Bubur lambuk juga dijual di sejumlah warung di luar masjid, tapi untuk rasanya tidak seenak di masjid. (ftr)

SUMBER : http://ramadan.okezone.com/read/2013/08/02/299/846835/di-indonesia-ada-kolak-di-malaysia-ada-bubur-lambuk

Kamis, 01 Agustus 2013

Rabu, 31 Juli 2013

Photos - 2: The Islamic holy month of Ramadan begins

The new moon, Wednesday, July 10, 2013, heralds the start of the Islamic holy month of Ramadan, a time of fasting, prayer and charitable giving for Muslims worldwide.(AP)






























http://photos.mercurynews.com/2013/07/11/photos-the-islamic-holy-month-of-ramadan-begins/